Senin, 18 April 2011

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR (pola sehat berpacaran)

POLA SEHAT BERPACARAN




Apa sih arti pacaran itu ?
Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia. Ini merupakan proses pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Dalam pacaran, ada aktivitas yang disebut dengan kecan.Aktivitas ini berupa kegiatan yang telah direncana, maupun tak terencana.Kencan yang tak terencana disebut dengan kencan buta.
Tradisi pacaran memiliki variasi dalam pelaksanaannya. Dimulai dari proses pendekatan, pengenalan pribadi, hingga akhirnya menjalani hubungan afeksi yang ekslusif. Pembedaan tradisi dalam pacaran, sangat dipengaruhi oleh kebudayaan yang dianut oleh seseorang.Berdasarkan tradisi zaman kini, sebuah hubungan dikatakan pacaran jika telah menjalin hubungan cinta-kasih yang ditandai dengan adanya aktivitas-aktivitas seksual atau percumbuan.
'GAYA PACARAN'
Kalo ditanya untuk apa kamu  pacaran ? Kira-kira tahu engga atau ada yang bias memberikan jawaban yang pasti kenapa harus punya pacar, dan buat apa pacaran, soalbya kalo ngeliat haya dan budaya pacaran generasi melenium ini kok lebih banyak menyerempet-nyerempetnya, jangan marah dulu ya emang gak semua remaja
pacarannya nyerempat, tapi percepatan kematangan usia pubertas bisa jadi patokan  kalo anak sekarang lebih cepet gedenya, naah udah sering dibahas kalo cewe yang mengalamai menarche (haid pertama) dan cowok udah mimpi basah, maka udah mengalamai dorongan seksual, yah salah satunya ketertarikan terhadap lawan jenis, keinginan untuk seneng berdekatan termasuk diperhatikan apalagi disayang.
Satu hal yang mungkin sering dilupakan adalah buat apa sih kita pacaran, tujuannya apaan ?
Terus dilihat fungsinya karena udah jadian maka kamu bisa ngapa-ngapain sang pacar, abis kalo engga begitu engga asyik pacarannya, apa memang musti begitu ?? Ada semacam anggapan diantara beberapa remaja bahwa, wajar-wajar aja kalo Cuma kiss, yah bisa dianggap semacam ungkapan atau expresi kasih sayang. Terus kapan pacar pantas dikiss dan kamu kalo boleh nge-kiss pacar. Soalnya kalo udah berdekatan susah banget ngontrol tendangan adrenalin, apalagi buat cowok yang seolah-olah sering menjadi decision maker dalam berprilaku dalam pacaran, dan terus terang ajah kadang-kadang cewek itu suka bingung untuk menolak tangan jahil cowok loh... padahal belum tentu pacar kamu seneng digerayangin, tapi sayangnya komunikasi untuk hal-hal yang kayak gini susah banget diomongin, padahal yang namanya sayang engga harus selalu melakukan hal-hal yang menjurus kearah sana khan ?? terus coba tanya sama hati kecil kamu apakah bener yang namanya sayang atau cinta berarti kamu bisa ngapa-ngapa'in pacar kamu ?? padahal pacar belum teentu atau kamu juga belum tentu jadi pasangannya kelak khan ??
Kalo orangtua jaman dulu khan jarang-jarang yah yang awalnya pacaran, biasanya
dikenalin (baca dijodohin) dan dalam beberapa bulan, akhirnya menikah.jadi
pacaran itu sendiri adalah penjajagan, sosialisai, belajar menghadapi konflik,
menghargai perbedaan dan sebenernya proses pemahaman interaksi dengan lawan jenis.
Mustinya dengan perkembangan nilainya, arti pacaran jadi lebih demokratis dan
positif tapi kok malah menimbulkan banyak bencana, kayak misalnya kehamilan yang
tidak diinginkan, aborsi, dating rap, kekerasan dalam pacaran atau bahkan
HIV/AIDS.
Terus mesti gimana dong ???

Adapun cara mengatasi pacaran yang sehat buat kita-kita, antaranya :
  1. Sehat fisik. Pacaran dikatakan sehat secara fisik jika dalam aktivitas berpacaran tersebut tidak ditemui adanya kekerasan secara fisik. Nah, itu berarti bahwa walaupun remaja putra secara fisik memang lebih kuat dari remaja putri, bukan berarti remaja putra dapat seenaknya menindas ataupun memanipulasi remaja putri secara fisik.
  2. Sehat psikis. Pacaran dikatakan sehat secara psikis, jika sepasang individu yang menjalaninya mampu saling berempati serta mengungkapkan dan mengendalikan emosinya dengan baik, saling percaya, saling menghargai, dan saling menghormati. Dengan demikian, hubungan di antara keduanya menjadi lebih nyaman, saling pengertian, dan juga ada keterbukaan.
  3. Sehat sosial. Pacaran dikatakan sehat secara sosial jika aktivitas berpacaran tersebut tidak bersifat saling mengikat atau mengisolasi pasangan. Artinya, walaupun remaja putra dan putri terikat dalam komitmen pacaran, namun hubungan sosial masing-masing mereka dengan individu lain tetap harus dijaga dan sebaiknya remaja putra atau putri tidak hanya terfokus pada pacar atau pasangannya saja.
  4. Sehat seksual. Kemudian, pacaran juga harus sehat secara seksual. Secara biologis, kaum remaja mengalami perkembangan dan kematangan seks. Tanpa disadari, pacaran juga mempengaruhi kehidupan seksual seseorang. Kedekatan secara fisik dapat mendorong keinginan untuk melakukan kontak fisik yang lebih jauh. Jika hal itu diteruskan dan tidak terkontrol, maka dapat menimbulkan hal-hal yang sangat berisiko. Karena adanya resiko yang harus ditanggung akibat tindak seksual yang mereka lakukan, maka aktivitas percaran yang mereka lakukan tidak lagi disebut sebagai pacaran yang ”sehat”.
Nah..bagaimana agar pacaran kita sehat dan tetap awet? Disini kita harus punya prinsip.Artinya, segala sesuatu yang kita lakukan memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Dalam berpacaran, mungkin saja kita menemukan perbedaan prinsip, khususnya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Hal itu adalah wajar, asalkan tetap saling menghargai.Setiap orang, khususnya remaja, mempunyai hak untuk bicara secara terbuka, termasuk mengungkapkan prinsipnya masing-masing. Mengungkapkan prinsip yang kita pegang akan berpengaruh pada penerimaan orang lain. Maksud dan keinginan kita akan sulit diterima dan dimengerti orang lain kalau kita tidak tahu bagaimana mengomunikasikannya dengan baik. Intinya, kita juga harus mengerti atau memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik.

KRITIK :
            Zaman sekarang memang sudah banyak para remaja yang melakukan pacaran dengan tidak sehat, misalnya banyak terjadi MBA (Married By Accident) atau hamil diluar nikah, terkena virus HIV karena sering bergonta-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual dan banyak lagi.
SARAN :
            Setiap anak harus diberi nasihat oleh orang tuanya tentang berpacaran ketika memasuki masa puber dan diawasi perilakunya, harus lebih sering mendapatkan siraman rohani agar selalu ingad dengan Tuhan-nya dan tidak melakukan sex bebas. Di beritahu dampak yang akan terjadi dengan masa depannya apabila melakukan pacaran yang tidak sehat.


Sumber :
http://id.shvoong.com/social-sciences/1829738-pacaran-sehat-itu-seperti-apa/
http://muda.kompasiana.com/2010/04/27/bab-i-pengertian-pacaran/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar