Senin, 18 April 2011

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR (cinta kasih)


CINTA KASIH..
Cinta adalah satu perkataan yang mengandungi makna perasaan yang rumit.Bisa di alami semua makhluk.Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa.Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda.Sifat cinta dalam pengertian abad ke 21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut:
  • Perasaan terhadap keluarga
  • Perasaan terhadap teman-teman
  • Perasaan yang romantic atau juga disebut asmara
  • Perasaan yang hanya merupakan kemahuan, keinginan hawa nafsu atau cinta eros
  • Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
  • Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisme
  • Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu
  • Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme
  • Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme
Dalam hal ini saya akan membahas mengenai cinta kasih seorang ibu kepada anaknya , Ada seorang ibu yang sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan :
"Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati"
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah.Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan.Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong-bondong manyaksikan hukuman tersebut.Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya. Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba.Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada. Saat mereka semua sedang bingung, tiba-tiba dari tali lonceng itu mengalir darah.Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat. Dengan jantung berdebar-debar seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah.

Tahukah anda apa yang terjadi?.Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah.Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng.
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata.Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan.Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya. Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng. Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya. Dalam hal ini bahwa sang ibu sangat saying kepada anaknya sehingga mengorbankan hidupnya untuk anaknya , walaupun anaknya berbuat jahat tetapi ia tetap megasihi sepenuh hidupnya

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu. karena mereka adalah sumber kasih Tuhan bagi kita di dunia ini.


KRITIK :
            Memang sudah banyak anak atau masyarakat yang kurang mecintai atau mengasihi orang tuanya atau negaranya sendiri, padahal banyak manfaat yang bisa kita rasakan apabila mencintai orang-orang yang ada disekitar kita misalnya hidup kita menjadi lebih tenang, banyak juga yang akan mencintai kita, keberadaan kita akan diterima dimanapun kita berada.
SARAN :
            Tanamkanlah rasa saling mencintai dan menyayangi terhadap sesama dimulai sejak kecil, agar ketika tumbuh dewasa kita sudah terbiasa dengan sifat tersebut. 

Referensi :
Wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar