Selasa, 04 Oktober 2011

ORGANISASI


ORGANISASI....?


Organisasi  dalam bahasas YUNANi ὄργανον, organon – alat adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama social,ekonomiilmu politik,psikologi dan managemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organitation analysis).
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material,mesin,metode,lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
  • James D mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Chester I Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  • Stephen P Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan
ORGANISASI yang pernah diikuti…..
Saat duduk dibangku SMP saya pernah mengikuti suatu organisasi yaitu PMR dan saat di SMA pernah masuk di organisasi CHEERLEDERS tetapi hanya sebentar. Alasan saya mengikuti organisasi tersebut yaitu, PMR merupakan singkatan dari palang merah remaja,dalam organisasi pmr saya ingin mengtahui bagaimana seseorang dapat membantu oranglain jika ia tiba-tiba sakit disekolah dan memberikan obat dikotak p3k dan menambah banyak teman. Lalu organisasi selanjutnya cheerleders tujuan saya masuk didalam organisasi tersebut agar saya dapat lebih mahir menari dan saling berinteraksi bersama teman-teman lainnya, tetapi suatu organisasi itu tidak mudah untuk dilakukan seperti halnya saya, dimana fisik yang lemah tidak mendukung dan hanya ditengah-tengah saya berhenti tetapi walaupun sekedar masuk diorganisasi tersebut adad halnya mendapatkan pengaruh positif karena saya mendapat ilmu, wawasan dan mendapat teman.
Sekarang sudah banyak organisasi-organisasi yang bernilai negative dikalangan siswa dan mahasiswa, dimana orang-orang (siswa/mahasiswa) dihasut dan dipengaruhi untuk berbuat tidak baik dalam ajaran agamanya dan mereka melanggarnya jadi untuk anak-anak zaman sekarang harus berhati-hati memilih organisasi, jika perlu kita harus melihat apakah organisasi tersebut baik atau tidak dan jangan salah melangkah.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi 
               Catatan pribadi

Senin, 13 Juni 2011

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR (pend media masa & seniman)


PENDERITAAN  MEDIA MASA DAN SENIMAN

Hubungan antara penderitaan, media masa dan seniman :
   Penderitaan sekarang ini banyak terjadi dan bagaimana untuk memberi tahu atau menyebar luaskan informasi mengenai penderitaan dan penanggulangan penderitaan, sekarang media massa adalah alat paling tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. karena media massa sudah mampu menyebarkan informasi dengan cepat.
   Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, radio, internet, dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
            Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menejahterakan manusia dan sebagaian lainnya membuat manusia. Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang dan lain-lain.
      Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunkiasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul yang sama.
Contohnya :
Perang di Timur Tengah dan representasi umat Islam dalam konteks ini memiliki efek langsung pada kelompok-kelompok minoritas Muslim etnis, khususnya kaum muda di negara-negara Eropa barat. Artikel ini mengeksplorasi hubungan antara pembangunan identitas orang Asia Muslim Inggris berusia antara 16 dan 23 tahun dan media massa. Hal ini didasarkan pada lapangan yang dilakukan 2002-2004 di Bradford, sebuah 'Milltown' utara miskin di Inggris yang menyaksikan kekerasan protes dikenal sebagai media tentang perang di Timur Tengah dan pembangunan komunitas Muslim global dengan pemuda yang mengasosiasikan dirinya. Menggunakan kutipan dari individu dan fokus wawancara kelompok, artikel ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kondisi lokal dan nasional menantang yang disebabkan oleh diskriminasi rasial dan afiliasi dari pemuda dengan komunitas Muslim global.

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR (penderitaan & penyebab2nya)


PENDERITAAN DAN PENYEBAB-PENYEBABNYA

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidalmya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenilcmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan "risiko" hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan. Kepada manusia sebagai homo religius Tuhan telah memberikannya.
Penyebab terjadinya penderitaan yaitu:

Banyak orang yang hidup di dunia ini yang masih belum mengetahui akan sifat atau corak dari  kehidupan. Ketika seseorang belum memahami atau mengetahui sifat dari kehidupan, maka yang terjadi adalah penderitaan. Apakah sifat atau corak dari kehidupan yang perlu kita ketahui? Sang Buddha sabdakan bahwa: Sabbe sakhārā aniccā, Sabbe sakhārā dukkhā, Sabbe dhammā anattā.

Sabbe sakhārā aniccā
Inilah corak dari kehidupan yang pertama yang perlu kita ketahui, bahwa segala bentukan adalah tidak kekal adanya. Pada umumnya, orang masih menganggap apa yang dimilikinya sebagai sesuatu yang kekal adanya. Mereka akan menolak akan kebenaran ini, karena mereka takut kehilangan apa yang mereka cintai dan karena mereka tidak mau berpisah dengan apa yang mereka cintai, sehingga mereka tidak mempedulikan kebenaran ini. Akibatnya, ketika seseorang tidak mengetahui akan kebenaran ini, maka yang muncul adalah derita, ratap tangis, sedih, dan lain-lain. Seperti orang yang panik, akan bertanya-tanya; “Mengapa ini bisa begini? Mengapa ini bisa terjadi?”
Kalau kita amati di sekitar kita atau diri kita sendiri, baik menggunakan penginderaan maupun pemikiran, kita akan menyimpulkan bahwa segala bentukan memang tidak ada yang tetap dan akan terus berubah. Setelah muncul akan mengalami kelenyapan. Tidak hanya fisik kita, tetapi apa saja yang merupakan kumpulan dari bentukan akan mengalami perubahan atau ketidakkekalan. Kebenaran ini bukan membuat manusia menjadi pesimis, tetapi kebenaran ini mengajarkan manusia untuk melihat realitas yang sesungguhnya, karena kebenaran ini pasti akan terjadi dalam hidup manusia.
Karena ini kebenaran yang ada dalam hidup ini, maka kita sekarang seyogyanya berlatih untuk mengamati, mencermati akan kebenaran ini. Agar sewaktu apa yang kita miliki berpisah, apa yang kita cintai berpisah atau meninggalkan kita, kita tidak lagi menderita, andai kata menderita tidak larut terlalu lama.

Sabbe sakhārā dukkhā
Inilah corak dari kehidupan kita yang kedua yang perlu kita ketahui. Bahwa segala bentukan yang merupakan perpaduan adalah dukkha. Pengertian dukkha sangatlah kompleks, tidak hanya pada derita, tetapi dukkha juga memiliki makna sukar bertahan, keberadaan yang menekan, menghimpit. Kebanyakan orang sesungguhnya sudah mengenalnya, tetapi hanya bersifat pemahaman biasa. Mereka pada umumnya masih menganggap kehidupan ini sebagai sukha. Ketika seseorang belum memahami corak kehidupan ini, maka yang muncul adalah derita, kecewa, sedih, ratap tangis, dan lain-lain.
Kebenaran ini sesungguhnya adalah realita yang sering muncul dalam hidup kita. Coba kita renungkan kembali, ‘Banyak mana antara bahagia dan derita?’ Tentu lebih banyak derita. Tetapi yang namanya manusia berkeinginan terbalik, inginnya banyak bahagia, sedikit derita. Apa yang terjadi, sudah menderita jadi bertambah menderita, itulah yang akan dialami. Manusia memang ingin selalu bahagia, bahagia muncul tidak harus dengan merubah derita, tetapi bahagia akan muncul tatkala seseorang bisa memahami akan derita. Dengan memahami akan kebenaran ini, derita yang kita alami akan semakin berkurang.

Sabbe dhammā anattā
Inilah corak dari kehidupan kita yang ketiga yang perlu kita ketahui, bahwa segala bentukan maupun bukan bentukan adalah bukan diri. Mengapa dikatakan bukan diri? Sebab keberadaannya tidak bisa kita atur, ia tidak bisa mengikuti kehendak kita. Sebagai contoh: kulitku jangan keriput ia tetap saja keriput, rambutku jangan menjadi putih ia tetap putih. Apakah sesuatu yang tidak bisa kita atur, tidak bisa kita perintah bisa kita sebut sebagai diriku, aku atau milikku.
Banyak sekali orang masih beranggapan diri sebagai aku, atau milikku, maka ketika apa yang disebut aku atau milikku berubah yang timbul adalah derita. Sang Buddha menjelaskan kebenaran ini dengan jelas dalam Anattalakkhana Sutta.
Dengan melepas persepsi tentang keakuan akan bebas dari kemelekatan, bebas dari derita, bebas dari kesedihan. Sebagai contoh: ketika ada keluarga kita sendiri sakit, kenapa kita sedih, tetapi kalau ada tetangga yang sakit kita tidak sedih. Ini disebabkan karena masih adanya kemelekatan terhadap keakuan bahwa itu adalah keluargaku. Kata ”ku” inilah yang menjadikan ia menderita.
Jadi dengan memahami akan corak yang ketiga ini, kita akan bebas dari penderitaan.

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR (penyebab seseorang ketakutan)


PENYEBAB SESEORANG MERASA TAKUT
Mungkin sebagian besar seseorang mempunyai ketakutan yang berbeda-beda , Apakah penyebab emosi takut?








Kita takut terhadap sesuatu yang berpotensi membahayakan diri kita. Ancaman bahaya itu bisa berupa rasa sakit, terhina dan terluka, atau bahkan kematian. Misalnya kita takut terhadap ular karena ular kita nilai membahayakan bagi kita. Kita takut naik pesawat terbang, karena berpikir pesawat terbang tidak aman. Kita takut dalam gelap, karena dalam kegelapan banyak bahaya yang tidak bisa kita antisipasi. Kita takut pada seseorang karena bisa menyakiti kita. Kita takut untuk membaca sebuah buku kontroversial karena khawatir itu akan menggoyahkan kepercayaan lama kita. Pendek kata, segala sesuatu yang kita anggap berbahaya bisa menimbulkan rasa takut.
Takut juga bisa ditimbulkan karena kita berada dalam situasi yang tidak familiar. Bayangkan tiba-tiba Anda berada di tengah hutan rimba tanpa seorangpun di dekat Anda. Jika Anda belum pernah memasuki hutan, maka mungkin Anda akan takut. Begitupun saat Anda masuk ke sebuah daerah yang belum Anda kenal, maka bisa jadi Anda merasa takut. Singkatnya, merasa terasing bisa menimbulkan rasa takut.
Ancaman kehilangan dukungan juga bisa menimbulkan rasa takut.   Bayangkan jika Anda mencuri uang orangtua Anda. Anda mungkin merasa takut ketahuan. Sebab, jika ketahuan maka Anda akan kehilangan dukungan dari mereka. Anda akan dikecam seluruh anggota keluarga. Begitu juga Anda takut menolak ajakan teman-teman Anda untuk naik gunung karena Anda khawatir akan kehilangan teman-teman Anda. Seorang istri takut melawan kekerasan suaminya karena was-was akan diceraikan.
Dari berbagai penyebab takut di atas, dapatlah kita menggolong-golongkan takut. Setidaknya ada empat kategori takut yang berbeda, yakni :
  1. Takut pada kejadian interpersonal. Misalnya takut dikritik, ditolak, berkonflik, dan diserang orang lain.
  2. Takut karena permasalahan eksistensial. Misalnya takut pada kematian, luka badan, darah, pembedahan, dan penyakit.
  3. Takut pada binatang. Misalnya takut pada binatang buas, pada berbagai jenis serangga, dan pada beragam jenis reptil, seperti ular.
  4. Takut yang berhubungan dengan tempat. Misalnya takut pada keramaian, takut pada ketinggian, takut pada tempat tertutup, takut melakukan perjalanan sendirian, dan lainnya.
Biasanya emosi takut selalu dikaitkan dengan emosi cemas. Takut dianggap sebagai inti dari kecemasan. Rasa cemas merupakan antisipasi dalam menghadapi rasa takut. Biasanya takut dan kecemasan berlebih akan membentuk seseorang memiliki fobia, atau ketakutan terhadap hal-hal khusus tertentu. Pada tulisan di atas telah disebutkan beberapa jenis fobia. Sebagai tambahan, ada fobia terhadap kematian (thanatophobia), fobia terhadap binatang (zoophobia), fobia dikubur hidup-hidup (taphophobia), fobia terhadap rasa sakit (algophobia), dan lainnya.
Takut memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia. Emosi takut membuat seseorang mampu menghindari bahaya karena memberikan peringatan darurat. Adanya takut membuat seseorang mampu berlari menjauh dari bahaya. Fobia sebagai antisipasi takut juga sangat penting. Fobia terhadap tempat dan hal-hal berbahaya membuat orang tidak menceburkan diri pada bahaya yang mungkin mengancam jiwanya.
Ada dua mekanisme yang membuat takut bisa menghindarkan seseorang dari bahaya. Pertama, takut berfungsi mengatur tubuh untuk kabur dan memfokuskan perhatian pada hal tersebut. Saat seseorang takut, fokusnya hanyalah untuk kabur semata. Kedua, takut bisa membuat kesadaran terputus, gerak refleks dicegah dan bahkan menyebabkan pingsan. Dalam kondisi pasif ini, seseorang bisa juga terhindar dari bahaya. Misalnya pada saat akan diperkosa lalu jatuh pingsan, maka boleh jadi perkosaan akan batal dilakukan.